Showing posts with label Penyakit. Show all posts
Showing posts with label Penyakit. Show all posts

Tuesday, November 25, 2014

ane nemu cerita yang menyedihkan tentang obsesi orang tua yang terlalu dipaksakan kepada anak sampe anaknya gila, untuk para orang tua dan calon orang tua semoga cerita ini bisa diambil hikmahnya dan tidak terjadi kepada anak kita kelak.

Spoiler for "Kisah Nyata": 

Hari ini saya berkunjung kesebuah rumah sakit, membesuk anak teman saya yang sedang sakit. Teman saya ini seorang wanita karir lulusan S2 dari sebuah universitas ternama. Anaknya adalah seorang anak perempuan yang manis, umurnya baru 6 tahunan. tak lupa saya membawakan sebuah boneka sebagai buah tangan.
Waktu saya datang dia langsung mengenali saya sebagai teman mamanya..
" bu siti Ya​?" ( bukan nama sebenarnya) "iya " jawab saya, agak terharu karena dia mengenali saya
" Ayoo.. bu siti.. 42: 6 berapaa?"
" Kalau do'a masuk kamar mandi?"
Kemudian dia menirukan gaya mengajar bu gurunya dikelas,
Ada senam bersama, lalu dia menirukan gerakan senam versi dia kemudian menyanyikan lagu 5x5 =25, setelah itu dia melafalkan doa sebelum makan.
" bu siti ..ayo..buat kalimat.. saya pergi kesekolah setelah itu pulangnya ke mall, bisa?.."
Lucu?? Pintar?? Cerdas??.. mungkin itu juga yang ada dibenak teman- teman saat mengikuti celoteh anak perempuan teman saya itu.
Namun selama saya hadir disitu sang bunda terus menerus menyeka air matanya. Ya​.. saya turut prihatin dengan penyakit yang sedang diderita oleh anaknya. Penyakit apakah gerangan? Yang pasti bukan sembarang penyakit seperti anak anak biasa, bukan demam, bukan batuk dan bukan pilek.
Jangan terkejut teman teman, karena saya berkunjung bukan dirumah sakit biasa, saya sedang berada dirumah sakit jiwa..
Ya.. sebuah Rumah Sakit Jiwa dikawasan Jakarta Timur.
Apa yang sebenarnya terjadi??
Minggu2 terakhir ini sang anak sangat suka menangis. Kalau ditanya apa saja...jawabnya sering ngelantur, "7" "24:6 =4...""how are you" , dan jawaban lain seperti huruf hijaiyah, kemudian menirukan gaya gurunya mengajar.
Menurut psikolog , anak ini terlalu d forsir..dia mengikuti les matematika d k**** yg target tugasnya 1 buku harus selesai 10 menit, kemudian les bahasa inggris,terus sekolah, les mengaji dan lain - lain sehingga mengakibatkan anak terlalu jenuh.
Si anak hanya mau bercerita sama psikolognya,tetapi kalau ditanya oleh orang lain jawabannya angka-angka, bahasa inggris atau pelajaran mengaji.. "apa ini?huruf....hijaiyyah.." jadi dia menirukan gaya gurunya..dan jika bertemu orang yang memakai baju guru dia langsung tertekan.
Yang lebih mengharukan lagi, saat melihat sang bunda menangis, Si anak cuma bilang..
"bunda jgn nangis..aku kan pinter..tp aku ga mau tidur sama bunda yaaa..aku maunya sama dokter ganteng/cantik aja.."

Dia memang tinggal di kamar vip.. jadi memang ada dokter yg mengawani sehari- hari

Dan ternyata ada 5 anak kecil yang masuk rsj itu.. tapi dia yg paling kecil..sisanya umur 12 tahunan.. karena broken home..
Hanya dia sendiri yang mengalami gangguan akibat terlalu banyak tekanan belajar..
Sungguh kasihaaan

Pelajaran berharga untuk para orang tua agar tetap memperhatikan tahapan perkembangan anak, usia tk adalah usia bermain , belajarpun harus melalui permainan dan jangan korbankan anak-anak kita karena ambisi orangtuanya ..biarkan mereka bermain dan berikanlah kenangan masa kecil yang terindah untuk mereka
Stop eksploitasi anak demi ambisi orang tua agar tidak muncul generasi marshanda 


Ane udah sering liat anak-anak yang dari kecil dipaksa ikut les ini itu sama orang tuanya senin les matematika, selasa les bahasa inggris besoknya les renang les piano les balet dan seterusnya sampe si anak keliatan capek banget dan biasanya orang tua kelas ekonomi atas yang melakukan hal itu, niatnya sih baik ingin si anak berbakat di semua bidang atau kalo engga biar ketahuan si anak berbakatnya di bidang apa biar nanti tinggal ngembangin tanpa peduli kondisi psikologi si anak. 
Semoga tidak ada ada lagi kasus seperti ini dan untuk para orang tua berilah pendidikan sesuai usia si anak bukan sesuai obsesi orang tua 

Source : Kaskus.co.id



Sudah banyak jenis penyakit yang merebah di muka bumi ini, bahkan penyakit AIDS yang masih di takuti karena termasuk penyakit yang mematikan. Sekarang ada Penyakit yang disebut Chagas ini disebut sebagai penyakit AIDS baru di Amerika karena efek dari penyebarannya butuh waktu bertahun-tahun baru dapat terdeteksi dan pada saat itu pula penanganan sudah terlambat. Penyakit ini dapat membuat jantung bengkak & meledak

Para ahli menduga bahwa penyakit ini sejenis dengan penyakit AIDS hanya saja lebih mematikan. Ilmuwan akhirnya berhasil mengidentifikasi sebuah serangga pemakan darah yang diklaim menyebarkan penyakit “AIDS versi baru” dan mengeluarkannya ke publik,

Bedanya penyakit yang ditularkan bukan berupa penyakit AIDS dalam arti sebenarnya, melainkan wabah penyakit yang disebut Chagas. Warga Amerika Latin mulai banyak yang terserang oleh panyakit yang diberi nama Chagas ini. Chagas diambil dari nama belakang si penemu penyakit jenis ini pada tahun 1909, yaitu Carlos Ribeiro Justiniano Chagas. Penyakit yang telah lama ada namun baru diselidiki lebih dalam lagi ini disebabkan oleh virus yang ditularkan oleh seekor serangga kecil bersayap dan biasanya berwarna hitam. Serangga ini adalah Triatomine / Triatome / Triatoma / Triatominae, yang juga serangga penghisap darah manusia dan menularkan virusnya melalui gigitannya

Jantung yang terkena Chagas Ia meracuni tubuh manusia yang digigitnya dengan penyakit yang disebut dengan Chagas ini, yakni sebuah penyakit parasit tropis yang disebabkan oleh protozoa ber-flagel. Menurut catatan jurnal PLoS Neglected Tropical Diseases, penyakit Chagas akan mengakibatkan pembengkakan di bagian jantung. Jika sudah parah, organ ini bisa pecah dan menyebabkan kematian mendadak.

Yang membuat para ilmuwan khawatir, penyakit Chagas ini sulit untuk dideteksi dan butuh waktu hingga bertahun-tahun hingga akhirnya muncul gejala. Dengan alasan itulah kini serangga Triatome dijuluki sebagai ‘AIDS baru di benua Amerika‘. Masalahnya adalah virus penyakit Chagas ini gampang tersebar, seperti melalui transfusi darah, atau bawaan gen turunan (layaknya penyebaran virus HIV), tapi tidak dapat menular dari hubungan intim, seperti kebanyakan kasus penularan virus HIV.

Sayangnya, gejala penyakit ini sangat sulit untuk diketahui sejak awal.
Penyakit Chagas ini membutuhkan waktu bertahun-tahun baru dapat dideteksi, mirip dengan AIDS, sehingga kemungkinannya sangat kecil untuk melakukan pengobatan dini. Kalau pun dapat dideteksi dini, maka pengobatan tercepat bisa membutuhkan waktu selama 3 bulan. Lebih parah, penyakit ini banyak menyerang penduduk-penduduk yang berada di bawah garis kemiskinan.

Penyakit ini merebak di antara penduduk miskin entah karena lingkungan yang kotor yang menjadikan tempat perkembangbiakan serangga Triatoma ini semakin meluas atau karena ketidakpedulian warga terhadap sakit yang mereka derita sehingga mereka tidak pernah memeriksakan kesehatan mereka ke dokter karena tidak adanya biaya untuk memeriksakan diri mereka.


Trypanosoma cruzi in thin blood film (Leishmans stain) showing developing tryptomastigotes that have a free flagellum.
Menurut, Science Daily, faktor yang paling utama dari peningkatan penyebaran virus ini adalah perubahan iklim. Perubahan iklim bumi yang menjadi semakin hangat ini memungkinkan si serangga membawa virus ke daerah bagian utara. Penyakit ini sudah mulai mewabah di Amerika Tengah dan Amerika Selatan (Bolivia, Meksiko, Kolombia) dan beberapa negara Eropa.

Kini penyakit yang pada awalnya tersebar di Meksiko, Bolivia, Kolombia hingga Amerika Tengah saja, kini telah beradaptasi dan telah menyebar luas ke wilayah Amerika Serikat (AS).
Penyebarannya pun sama seperti HIV, dimana infeksi bisa terjadi antara sesama manusia melalui transfusi darah atau ibu yang mengandung anaknya.

Setidaknya ada sekitar 10 juta orang diseluruh dunia sudah terinfeksi penyakit ini, dengan 10 ribu orang diantaranya dikabarkan meninggal pada tahun 2008 silam. Menurut Nature Magazine, ada beberapa ahli yang mengatakan bahwa penyakit inilah yang membunuh Charles Darwin, seorang bapak evolusi yang teori evolusinya sangat dikenal sampai saat ini.

Sebuah penelitian mengungkap kebenaran ini bahwa pada perjalanan 5 tahun yang dilakukan Darwin ketika berusia 20 tahunan, ia terinfeksi virus ini dan kemudian dikabarkan meninggal akibat gagal jantung.

Chagas Transmission Cycle
Asalasah ~ Seperti yang dikatakan oleh para ahli bahwa setiap orang yang terjangkit penyakit mematikan ini akan mengalami peradangan pada jantungnya sehingga jantung orang tersebut akan membesar, bisa meledak dan mampu merenggut nyawa orang tersebut seketika itu juga. Itulah tentang penyakit Chagas yang baru-baru ini tersebar di benua Amerika dan Eropa dan dikenal sebagai penyakit “AIDS terbaru”.

Mungkin sudah saatnya juga penduduk dunia mulai berhati-hati pada setiap kemungkinan penyakit aneh-aneh muncul di muka Bumi ini, mengingat bahwa beberapa penyakit yang telah lama hilang dapat muncul kembali karena berhasil dibiakkan kembali oleh “tangan-tangan jahil”.
Dengan begitu, seluruh negara harus dan akan membeli serum atau vaksin yang diproduksi oleh mereka. Dengan begitu akan terjadi sebuah peluang bisnis yang memboncengi kebaikan karena pembuatan serum dan vaksin tersebut.

Bahkan ada kemungkinan baru, bahwa manusia suatu saat akan mengalami suatu yang disebut “hampir punah” dimasa depan nanti bukan karena peperangan, bencana alam, kelaparan, iklim yang berubah atau jatuhnya asteroid dari luar angkasa, namun manusia akan mengalami kepunahan karena suatu yang sangat kecil dan tak terlihat oleh mata. Yaitu melalui, bakteri, spora, protein atau virus seperti ini.
Source : Kaskus.co.id